Login Member
Username:
Password :
Statistik
  Visitors : 63481 visitors
  Hits : 61980 hits
  Today : 1 users
  Online : 1 users
:: Kontak Admin ::

ulohmail@yahoo.com    arul_yes
Sarana Pendukung Belajar

Lingkungan Sekolah

Agenda
18 September 2014
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan atau kondisi dan potensi daerah serta visi Kabupaten Ciamis.

Dalam penyusunan kurikulum SMPN 2 Ciamis memperhatikan berbagai pertimbangan seperti kondisi-kondisi nyata yang menjadi isu atau permasalahan dalam pendidikan sekaligus merupakan tantangan yang segera dicarikan solusinya, kondisi ideal yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, serta peluang-peluang yang dapat dijadikan aset dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kurikulum di SMPN 2 Ciamis.

Adapun kondisi-kondisi nyata yang menjadi isu atau permasalahan dalam pendidikan antara lain: (1) kurangnya implementasi dan pemahaman tentang kebijakan-kebijakan di bidang pendidikan, (2) menurunnya karakter atau nilai-nilai yang melandasi perilaku siswa berdasarkan norma agama, kebudayaan, hukum/konstitusi, adat istiadat, dan estétika; (3) isu-isu ketimpangan gender masíh banyak terjadi di bidang pendidikan; (4) kurangnya pelayanan pendidikan kaitannya dengan kegiatan pembelajaran di kelas, seperti pendekatan dalam pembelajaran masih  didominasi oleh peran guru (teacher centered) dalam hal ini guru lebih banyak menempatkan siswa sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik, pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh), logis, dan kreatif, serta kurang memperhatikan ketuntasan belajar (mastery learning) secara individual. Permasalahan tersebut  sekaligus merupakan tantangan yang segera dicarikan solusinya.

Kondisi ideal kaitannya dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 3 yang berbunyi: (1) pendiaikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (2) pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab; Bab III pasal 4 ayat 1 berbunyi:  pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, & kemajemukan bangsa, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain kebijakan dalam pendidikan, Sesuai dengan Buku Panduan Penyelenggaraan SBI yang disusun oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, bahwa SBI = (SNP + X), SNP meliputi 8 (delapan) standar, yaitu kompetensi lulusan, isi, proses, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian; dan X adalah SNP yang diperkaya, dikembangkan, diperluas, diperdalam melalui adaptasi atau adopsi terhadap standar pendidikan yang dianggap reputasi mutunya diakui secara internasional, baik dan dalam maupun luar negeri.

Sebagai sekolah yang ditetapkan sebagai rintisan SBI-SMP, maka mutlak harus memiliki dan melaksanakan kurikulum yang berstandar internasional. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 24 tahun 2006, maka sekolah memiliki tugas dan fungsi yang secara mandiri dan otonom untuk mengembangkan Kurikulum , untuk itulah maka SMPN 2 Ciamis menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri sebagai upaya untuk mengembangkan, menguatkan dan mengkayakan standar isi  melalui berbagai program seperti, pertukaran informasi tentang konten mata pelajaran MIPA , pertukaran pelajar, magang guru dan memperkenalkan budaya dan seni.

Hal tersebut di atas  memberikan peluang besar untuk pengembangan Life Skill dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global. Sesuai dengan kekhasan dan keunggulan lokal Kabupaten Ciamis, SMP Negeri 2 Ciamis mengembangkan berbagai Keterampilan, Olah Raga dan Seni Daerah, pengembangan Imtaq dan Iptek serta peningkatan kemampuan berbahasa Inggris.

Sebagaimana dijelaskan dalam panduan penyusunan KTSP yang diterbitkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), bahwa penyusunan KTSP harus melibatkan semua warga sekolah (kepala sekolah, guru, dan komite sekolah), maka penyusunan kurikulum  di SMP Negeri 2 Ciamis, dilakukan melalui Workshop penyusunan Kurikulum . Melalui kegiatan inilah, baik prosedur maupun isi (content) kurikulum  yang dirumuskan telah mencerminkan prinsip demokratisasi pendidikan dan juga mengakomodir kondisi kontekstual kewilayahan SMP Negeri 2 Ciamis. Wujud dari akomodasi konteks kewilayahan ini, terutama tercermin dalam rumusan kurikulum muatan lokal dan program pengembangan diri yang merefresentasikan analiisis potensi, bakat, minat, dan kebutuhan pengembangan diri peserta didik dan pemerintahan daerah Kabupaten Ciamis.

Berangkat dari kerangka pikir tersebut dalam upaya memenuhi amanat Undang-undang tersebut dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMP Negeri 2 Ciamis menyusun dan mengembangkan KURIKULUM SMP NEGERI 2 CIAMIS TAHUN PELAJARAN 2011/2012.